Rindu yang Bertamu

20180522_115241[1]
doc.instagram

Bolehkah, jika sejenak

aku meminta Tuhan untuk melipat jarak?

Membiarkan logikaku menepi untuk beberapa hal

yang memang tak kan ia pahami

Bolehkah, aku mencicipi rindu

yang kini telah menjadi candu?

 

Kamu, yang tak pernah aku tahu

seperti apa eloknya parasmu

Aku tahu, bahwa kita tinggal pada dimensi yang berbeda

Namun, ketahuilah

Kau adalah nyawa dalam prosa yang ku rajut dengan cinta

 

Jika memang rindumu belum berpihak padaku

Tak mengapa, mungkin suatu hari nanti

akan ada rindumu yang bertamu padaku

Adalah kamu, yang menjadi rindu untukku semai

karena merindukanmu, adalah satu pekerjaan yang tak pernah usai

 

Aku tahu, dipenghujung hayatmu

Kami, umatmu yang kau sebut

Tapi, adakah aku masih termasuk

dari nama-nama yang kau rindui itu?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s