Attitude: An Important Side of Life

20180520_203320[1]

 

Seorang Pemuda asli keturunan Amerika berbincang dengan kakeknya, “Bagaimana pendapat kakek tentang situasi dunia?” tanyanya. Kakeknya menjawab, “Aku merasa seperti ada banyak srigala yang sedang bertengkar dalam hatiku. Srigala yang satu penuh dengan amarah dan kebencian; yang satunya lagi penuh dengan rasa cinta, memaafkan dan kedamaian”. “Srigala mana yang akan menang?” Tanya pemuda itu. Kemudian dijawab oleh kakeknya, “ Srigala yang aku beri makan.” (Mac Anderson).

Sebuah kisah sederhana yang mengajarkan kita tentang aturan hidup, bahwa kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Pikiran ini yang kemudian kita kaitkan dengan sikap (Attitude). Lantas, apa yang dimaksud dengan sikap? Fazio dan Ewoldson (1994; Baron & Byrne, 2009) menyatakan bahwa sikap adalah evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial. Sikap ini yang kemudian merefleksikan sebuah fondasi yang penting dan berupa awal dari pemikiran-pemikiran sosial. Sikap pula yang menjadi salah satu penyebab yang cukup kuat dalam setiap tindakan kita.

Singkatnya, sikap adalah bagaimana kita memandang segala sesuatu. Dengan kacamata positif-kah atau malah dengan tatapan negatif yang penuh praduga dan kebencian.

Sikap adalah satu hal kecil yang membuat sebuah perbedaan besar”, sebuah kutipan singkat dari buku karangan Mac Anderson.

Sikap memang memiliki keterikatan yang kuat dengan suara hati, saat kita bertanya, “Apakah saya akan mencapi impian-impian itu ? Jika kemudian kita menjawab “Ya” maka sebenarnya, kita tengah membentuk harapan dan semangat di alam bawah sadar kita. Sebaliknya, jika jawaban yang muncul adalah “Tidak”, maka yang kita bentuk hanyalah rasa putus asa, ragu dan kelesuan untuk bertindak.

Tidak hanya pada diri sendiri, sikap yang kita tunjukkan pun akan membentuk sebuah persepsi terhadap diri kita. Tentu beda, antara kasir yang menyambut pembeli dengan menyuguhkan senyum dan yang tak memberikan kita sapaan meski hanya sekedar kata terimakasih dan senyuman hangat.

Hidup akan memberi seperti apa yang kita beri. Well, cobalah bercermin dan tanyakan, “Akan jadi siapa saya hari ini ? Si penggerutu atau seperti seseorang yang memberi senyuman hangat?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s