Wanita Karir dalam Perspektif Psikologi

DdLqnwtWsAcAG2J[1]
doc. National Institute of Mental Health

 

Menjadi wanita karir sebenarnya adalah pilihan, ada yang bekerja hanya karena faktor finansial yang kurang memadai ataupun karena ia merasa kalau potensinya harus disalurkan. Tidak salah memang, jika ia mampu menyeimbangkan antara pekerjaannya di luar rumah dengan kewajiban dasarnya di rumah sebagai seorang istri dan ibu.

Namun, dari fenomena tersebut sering kali muncul konotasi negatif dimana kesibukan sebagai wanita karir menjadikan seseorang bahkan tak sempat mengurus dan memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. Mereka cenderung menyerahkan urusan buah hatinya itu kepada pembantu maupun pada nenek si anak. Akibatnya, tak jarang jika seorang anak menjadi lebih dekat dengan pembantu ataupun neneknya daripada dengan ibu kandungnya sendiri.

Tahukah anda, jika anak yang diasuh oleh neneknya akan memiliki kecenderungan sebagai seseorang yang manja dan bisa jadi juga berimbas pada kenakalan remaja. Anak akan mencari perhatian dan kesenangan di luar rumah yang tidak mereka dapati dari keluarganya tanpa ia mampu membedakan baik-buruknya. Tak jarang kita temui, seorang ibu yang mendidik anak orang lain sedang anaknya sendiri terabaikan.

Selain itu, terlalu banyaknya tekanan pekerjaan yang dialami oleh wanita karir akan menyebabkan fenomena burn-out, yaitu situasi dimana seorang individu kehilangan kontrol terhadap dirinya (Ancok, 2004). Makanya, tak jarang karena hal tersebut seorang ibu memarahi atau memukul anaknya. Tanpa orangtua ketahui, anak yang sering dipukul oleh orangtuanya akan cenderung tumbuh menjadi seseorang yang agresif, terhambat perkembangan kognitif dan emosionalnya, bahkan tak jarang jika kelak saat anak telah tumbuh dewasa ia akan melakukan hal yang serupa dengan yang pernah ia terima dulu pada anak-anaknya atau pada orang disekitarnya.

Berkarir adalah pilihan, tapi merawat suami dan anak adalah kewajiban. Tidak ada yang melarang wanita mengembangkan potensinya melalui karir, namun alangkah baiknya jika seorang ibu mampu menempatkan posisinya dengan baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s